CHELSEA RUGI Rp 1,3 Triliyun

Chelsea, Kamis (21/02), melaporkan neraca keuangan klub sampai Juni 2007. Dari laporan tersebut, seperti dilansir Goal, keuangan Chelsea mengalami trend sehat walau jatuhnya klub milik taipan minyak Rusia, Roman Abramovich itu masih mengalami kerugian. Angka kerugian turun secara signifikan dibanding neraca Juni tahun sebelumnya.

Kerugian Chelsea tahun ini total mencapai 74,8 juta pound atau dengan kata lain, jika kurs 1 pound sama dengan Rp 18 ribu, maka kerugiannya mencapai Rp 1,33 triliun. Angka ini menunjukkan grafik kemajuan. Bandingkan saja dengan neraca 2004-05 yang merugi sampai 140 juta pound. Setahun kemudian angka tadi disusutkan menjadi 80,2 juta pound, yang berarti neraca tahun ini positif sekitar tujuh persen.

Namun tetap saja neraca di atas patut dipertanyakan karena Chelsea menargetkan keuntungan sudah bisa diraih dua tahun lagi, atau pada pembukuan tahun anggaran 2009-10. Sementara itu, Peter Kenyon, Chief Executive Chelsea, optimis dengan target yang ada.

“Target ambisius jangka panjang kami adalah memperoleh profit pada anggaran 2009-10. Kami yakin mampu melakukannya atau paling tidak mendekatinya—neraca berimbang,” kata Kenyon. “Untuk saat ini kami telah berbuat baik dibanding catatan tahun sebelumnya.”

Keuntungan kotor yang diperoleh Chelsea tahun ini naik 25 persen dibanding tahun lalu, atau dari 190,5 juta menjadi 152,8 juta pound. “Ini sekali gali menunjukkan bahwa Chelsea menunjukkan kekuatan bisnis sebagai sebuah klub (sepakbola),” tandasnya. Kenaikan profit Chelsea diperkirakan tidak terlepas dari ‘otak jernih’ Kenyon yang sebelumnya sukses menaikkan pamor Manchester United.

Leave a Reply